Kumpulan gambar vektor

IP

IP

Cari Ini

Memuat...

Jumat, 28 September 2012

KONSEP – KONSEP ILMU IPS




BAB I
PENDAHULUAN

I.       Latar Belakang
Untuk mampu menjalankan kehidupan yang lebih baik sesuai dengan norma –norma yang ada, kita sebagai mahluk sosial harus mampu mengerti dan mempelajari ilmu – ilmu pengetahuan sosial untuk mampu menjalankan kehidupan yang lebih baik dan sesuai dengan norma – norma yang ada dalam masyarakat .
Ilmu pengetahuan social merupakan kumpulan dari berbagai disiplin ilmu, seperti sejarah, geografi, ilmu ekonomi dan psikologi. Mengingat beberapa disiplin ilmu tersebut diatas saling berhubungan maka sebelum kita mempelajari ilmu pengetahuan social lebih dalam perlu kita memahami konsep – konsep dasar ilmu pengetahuan sosial.

II.    Tujuan
Setelah mempelajari materi ini diharapkan :
A.    Mampu mengerti dan memahami tentang konsep – konsep  ilmu pengetahuan sosial.
B.     Mempunyai  bekal untuk mempelajari disiplin – disiplin ilmu pengetahuan sosial dengan lebih menyeluruh dan mendalam.
C.     Mampu menjelaskan tentang konsep – konsep dasar IPS.
D.    Mampu mengembangkan ilmu pengetahuan sosial. 
III. Rumusan masalah


BAB II
PEMBAHASAN

A.      Pengertian konsep.

Diaksudkan konsep ini bukanlah istilah untuk merujuk konsep tulisan, yang berarti rancangan atau tulisan awal yang belum jadi. Konsep secara sederhana adalah penama’an atau pemberian label untuk sesuatu yang membantu seseorang mengenal, mengerti, dan memahami sesuatu tersebut.
Secara umum konsep adalah kesepakatan bersama untuk penama’an sesuatu yang merupakan alat intelektual yang membantu kerangka berfikir dan memecahkan masalah.
Dalam definisi yang kedua tergambar bahwa seseorang mesti terlibat dalam proses berfikir, yakni menyadari contoh- contoh konsep. Proses berfikir seperti ini disebut konseptualisasi. Yaitu suatu proses yang terus menerus berlangsung ketika seseorang menghadapi contoh- contoh baru dari suatu konsep. Konsep memepunyai dua bentuk konkrit atau abstarak: luas atau sempit :satu kata atau frase.
Contoh yang bersifat konkrit misalnya berkaitan dengan tempat ,objek,lembaga atau kejadian seperti :manusia,gunung ,pulau,lautan,daratan, rumah, Negara,partai politik,barang konsumsi,produsen ,pabrik,dengan gempa bumi,kemarau dan sebagainya
Contoh yang bersifat abstrak mislnya :demokrasi ,toleransi,adaptasi,kejujuran , kesetiaan ,kebudayaan , kemerdekaan, dsb.

B.       Pengertian Ilmu Pengetahuan Sosial

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu-ilmu sosial seperti: sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, politik, hukum, dan budaya. Ilmu Pengetahuan Sosial dirumuskan atas dasar realitas dan fenomena sosial yang mewujudkan satu pendekatan interdisipliner dari aspek dan cabang-cabang ilmu-ilmu sosial (sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, politik, hukum, dan budaya). IPS atau studi sosial itu merupakan bagian dari kurikulum sekolah yang diturunkan dari isi materi cabang-cabang ilmu-ilmu sosial: sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, politik, antropologi, filsafat, dan psikologi sosial.
Geografi, sejarah, dan antropologi merupakan disiplin ilmu yang memiliki keterpaduan yang tinggi. Pembelajaran geografi memberikan kebulatan wawasan yang berkenaan dengan wilayah-wilayah, sedangkan sejarah memberikan wawasan berkenaan dengan peristiwa-peristiwa dari berbagai periode. Antropologi meliputi studi-studi komparatif yang berkenaan dengan nilai-nilai, kepercayaan, struktur sosial, aktivitas-aktivitas ekonomi, organisasi politik, ekspresi-ekspresi dan spiritual, teknologi, dan benda-benda budaya dari budaya-budaya terpilih. Ilmu politik dan ekonomi tergolong ke dalam ilmu-ilmu tentang kebijakan pada aktivitas-aktivitas yang berkenaan dengan pembuatan keputusan. Sosiologi dan psikologi sosial merupakan ilmu-ilmu tentang perilaku seperti konsep peran, kelompok, institusi, proses interaksi dan kontrol sosial. Secara intensif konsep-konsep seperti ini digunakan ilmu-ilmu sosial dan studi-studi
Sosial.





C.       Hakikat IPS sebagai Program Pendidikan

    Hakikatnya, perkembangan hidup seseorang mulai dari saat ia lahir sampai menjadi dewasa, tidak dapat terlepas dari masyarakat. Oleh karena itu pengetahuan sosial dapat dikatakan tidak asing bagi tiap orang. Kehidupan sosial manusia di masyarakat beraspek majemuk yang meliputi aspek-aspek hubungan sosial, ekonomi, psikologi, budaya, sejarah, geografi dan politik. Karena tiap aspek kehidupan sosial itu mencakup lingkup yang luas, untuk mempelajari dan mengkajinya menuntut bidang-bidang ilmu yang khusus. Melalui ilmu-ilmu sosial dikembangkan bidang-bidang ilmu tertentu sesuai dengan aspek kehidupan sosial masing-masing.
    IPS sebagai bidang pendidikan, tidak hanya membekali peserta didik dengan pengetahuan sosial, melainkan lebih jauh daripada itu berupaya membina dan mengembangkan mereka menjadi SDM Indonesia yang berketerampilan sosial dan intelektual sebagai warga negara yang memiliki perhatian serta kepedulian sosial yang bertanggung jawab merealisasikan tujuan nasional. Kehidupan di masyarakat dan bermasyarakat yang terus berkembang, menjadi landasan bagi pengembangan IPS sebagai bidang pendidikan sesuai dengan tuntutan perubahan serta kemajuan kehidupan tersebut.

D.      Ruang Lingkup dan Proses Pembelajaran IPS

    Kehidupan manusia di masyarakat atau manusia dalam konteks sosial yang menjadi ruang lingkup IPS, merupakan cakupan yang sangat luas. Oleh karena itu, pada proses pembelajarannya harus dilakukan bertahap-berkesinambungan sesuai dengan perkembangan kemampuan peserta didik dan lingkup objek formal IPS. Untuk mencapai tujuan pembelajaran IPS yang optimum, empat hal yang meliputi dasar mental-psikologis yang melekat pada diri peserta didik, pengetahuan sosial yang secara spontan telah dimiliki oleh mereka, ruang lingkup IPS yang sangat luas, dan nilai-nilai yang melekat pada pendidikan IPS, wajib menjadi pegangan pada proses pelaksanaannya. Proses pembelajaran IPS yang komprehensif, dilandasi oleh empat hal seperti dikemukakan tadi. Pembinaan dan pengembangan minat peserta didik, penguasaan materi IPS yang memadai oleh guru, dan “penciptaan” suasana interaksi edukatif yang serasi pada proses pembelajaran IPS, merupakan salah satu modal yang strategis mencapai tujuan instruksionalnya.  Dalam proses pembelajaran IPS, ragam pendekatan dan metode yang diterapkan disesuaikan dengan kondisi lingkup masyarakat serta aspek kehidupan sosial yang menjadi pokok bahasan. Keragaman pendekatan dan metode yang diterapkan pada proses pembelajaran IPS, dapat mempertahankan suasana yang tetap hangat dan menarik, sehingga para peserta didik tidak dihinggapi kejenuhan dan kebosanan.






E.       Hakikat Sumber, Media dan Evaluasi Pembelajaran IPS

    Proses pembelajaran IPS berarti proses mengajar-membelajarkan segala aspek, fenomena, perkembangan dan permasalahan kehidupan sosial manusia di masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat merupakan sumber utama pembelajaran IPS. Segala hal yang mampu menyumbangkan bahan untuk pembelajaran IPS, dapat diterapkan sebagai sumber pembelajaran IPS itu. Oleh karena itu, berbagai pustaka, dokumen dan media elektronik, dapat pula diterapkan sebagai sumber pembelajaran IPS. Tidak seluruh fenomena, benda, peralatan dan proses kehidupan sosial secara langsung dijadikan materi pembelajaran IPS, terutama jika proses mengajar-membelajarkannya dilakukan di kelas. Oleh karena itu, media pembelajaran dengan segala bentuk dan kategorinya, sangat membantu proses pembelajaran IPS. Evaluasi pembelajaran IPS yang baik, dilandasi oleh asas-asas yang menjadi persyaratannya. Oleh karena itu, untuk memperoleh alat evaluasi yang memenuhi syarat, wajib dilakukan melalui perancangan dan perencanaan dengan kisi-kisinya. Evaluasi pembelajaran IPS yang memenuhi syarat menurut ketentuan-ketentuannya, akan menghasilkan masukan bagi kepentingan guru dan peserta didik dalam meningkatkan keberhasilan tujuan instruksional IPS.

F.        Ilmu sosial dasar dan ilmu pengetahuan social

ilmu social dasar (ISD) dan ilmu pengetahuan social (IPS) keduanya mempunyai persamaan dan perbedaan.
Adapun pesamaanya:
a.    Keduanya merupakan bahan studi untuk kepentingan program pendidikan/ pengajaran.
b.    Keduanya bukan disiplin ilmu yang berdiri sendiri.
c.    Keduanya mempunyai materi yang terdiri dari kenyataan social dan masalah social.
Adapun pebedaanya:
a.       lmu social dasar diberikan di perguruan tinggi, sedang ilmu pengetrahuan social diberikan di sekolah dasar dan sekolah lanjutan
b.      Ilmu social dasar merupakan saatu matakuliah tunggal, sedang ilmu pengetahuan social merupakan kelompok dari sejumlah mata pelajaran (untuk sekolah lanjutan)
c.       Ilmu social dasar diarahkan kepada pembentukan sikapp dan kepribadian, sedang ilmu pengetahuan social diarahkan kepada pembentukan pengetahuan dan ketrampilan intelektual.

G.    Konsep – konsep dasar, metode penelitian, dan pentingnya setiap ilmu social
ANTROPOLOGI                         SOSIOLOGI                          EKONOMI
Konsep dasar :
Persamaan dan perbedaan karakteristik fisik dan budaya manusia;
Hubungan aspek aspek budaya terhadap keseluruhan suatu budaya;
Kebudayaan, adat istiadat, etika, ras, tradisi, hokum, dan keyakinan

Metode penelitian:
Penggalian arkeologi;
Studi lapangan.

Tingkat kepentingan:
Menggambarkan keanekaragaman perilaku manusia dan membantu memahami kebudaya’an yang berbeda.
Konsep dasar:
Kelompok dan lembaga, hubungan antar kelompok, peran individu dalam kelompok, norma, nilai, sosialisasi, dan masyarakat.

Metode penelitian:
Observasi
Teorisasi
Menguji teori melelui kuisioner(angket) dan wawancara.

Tingkat kepentingan:
Bekaitan dengan kekuatan dalam kehidupan orang lain yang dapat diterapkan kepada kita
Konsep dasar :
Keinginan manusia lebih besar dari pada sumber daya yang tersedia,kelangkaan ,spesialisasi,saling ketergantungan,pasar,kebijakan umum.
Metode penelitian :
Definisi masalah
Analisi sebab
Prediksi pengaruh

Tingkat kepentingan:
Berkaitan dengan realitas ekonomi-suatu bagian penting dari kehidupan sehari-hari


ILMU PENGETAHUAN
SOSIAL


Konsep dasar :
Memahami peristiwa – peristiwa masa lalu dan bagaimana peristiwa-peristiwa dihubungkan dengan masa kini dan masa yang akan datang

metode kepentingan :
Pengumpulan informasi
Pengujian informasi

Tingkat kepentingan :
Membantu memahami masa lalu , membnau menunjukan kesalahan,dan cara-cara yang mungkin untuk menghindarkan kesalahan itu di masa yang kan datang.
Konsep dasar :
Kesamaan dan perbedaan permukaan bumi
Hubunga lingkungan fisik dengan manusia
Keaslian asal-usul dan komposisi kelompok manusia sebagai hasil posisi geografi,tempat,distribusi dan perencanaan

Metode penilitian
Metode regional satu wilayah (region) di bagi dalam pemetaan berdasarakan cuaca,vegetasi,dan bentuk tanah dan pengamatan langsung

Tingkat kepentingan :
Membantu memahami hubungan antara manusia dan lingkungannya dan dalam memahami cirri-ciri fisik bumi
Konsep dasar :
System polotik ide dan doktrin tentang pemerintahan sosialisasi polotik kewenanagan,keabsahan, kekuasaan, perilkau politik, dan kebijaksanaan umum

Metode penelitian :
Studi kasus
Perkembangan sejarah
Studi perbandingan

Tingkat kepentingan :
Mendorong partisipasi aktif dalam proses politik dan menjelaskan citra kognitif tentang pemerintahan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

BERITA HARI INI

Loading...