Kumpulan gambar vektor

IP

IP

Cari Ini

Jumat, 03 Agustus 2012

STRUKTUR KOMIK­


STRUKTUR KOMIK­­­­­

Komik hadir lewat gambar dan bahsa, lewat teks verbal dan non verbal. Komik juga terdiri atas unsur-unsur structural sebagaimana halnya dengan cerita fiksi, unsur yang dimaksud ialah penokohan, alur, latar, tema, pesan, bahasa. Aspek sudut pandang lebih ditekankan dari factor siapa yang berbicara dan bukan dari sudut pandang persona karenapara tokoh komik, mirip dengan tokoh drama , dibiarkan untuk tampil dan berbicara sendiri. Berikut  beberapa unsur pada komik :

1.      Penokohan

Tokoh adalah subjek yang dikisahkan dalam komik, dalam komik anak  ia bukan hanya manusia, melainkan juga berbagai jenis makhluk lain seperti binatang , tumbuhan, makhluk halus , atau bahkan benda-benda yang tidak bernyawa yang semuanya dipersonifikasikan. Tokoh ada juga yang disebut sebagai tokoh lucu – aneh
Tokoh lucu-aneh, tokoh seperti ini hadir lewat gambar dan kebanyakn ditampilkan lewat rupa yang lucu, tidak proposional untuk ukuran manusia, dan menyangkut berbagai anggota tubuh. Misalnya , kaki, tangan, tubuh, wajah, mata, mulut, dan lain-lain yang terlihat aneh, misalnya pada tokoh Crayon Sinchan, Doraemon, Pikkoro dan lain-lain.
Karena terlihat lucu tokoh komik seperti itu digemari oleh anak-anak bahkan oleh orang dewasa, tetapi selain memiliki tampilan yang lucu bahkan menarik ia juga memiliki karakter yang menarik.
Selain tokoh yang lucu dalam komik juga diperlukan sebuah karekter kuat. Tokoh itu menjadi menarik selain karena penampilannya juga disebabkan karena karakternya dan tingkah lakunya yang khas yang berbeda dengan yang dikenal orang selama ini.
Dalam dunia fiksi juga dikenal tokoh sederhana adalah tokoh yang berkarakter relative kkonstan, konsisten, tidak berubah-ubah, dan karenanya mudah diduga serta menjadi familiar. Penyebutan sebagai tokoh sederhana tidak dikonotasikan sebagai tokoh yang kurang bernilai literal, dan lagi pula derajat keliteran sebuah karya tidak semata-mata dilihat dari aspek karakternya saja
Teknis penulisan tokoh, media representasi cerita komik adalah gambar dan kata yang berdifat saling mengisi dan melengkapi efisien, artinya adegan dan bagian yang lebih efisien disampaikan lewat gambar, sebaliknya adegan dan bagian yang lebih efektif disampaiakn lewat kata-kata , maka itu pun disampaiakan lewat kata-kata.

2.      Alur

Alur dapat diartikan sebagai rangakaian peristiwa yang bersebab-akibat , peristiwa ini dapat berwujud aksi tokohatau sesuatu yang lain sering juga ditimpakan kepada tokoh. Alur cerita tidak lain adalah kisah tentang tokoh, terutama tokoh utama. Alur dalam cerita fiksi , juga unsur intrinsic yang lain, dibangun lewat kata-kata yang dalam cerita anak lazim  diperkuat dan dikonkretkan lewat gambar ilustrasi
Peralihan gambar. Karena dibangun lewat media gambar, perkemabangan alur cerita komik dapat diamati secara visual. Berdasarkan pencermatan terhadap urutan gambar itu kita dapat menafsirkan hubungan makna yang terbangun dan artinya pemahaman alur cerita.
Konflik. Walaupun dominanya aspek gambar , kata juga sangat penting untuk memperkuat apa yang ditampilkan lewat gambar yang dalam hal ini adalah perkembangan cerita alur cerita. Sebagaimana cerita fiksi , cerita pada komik juga mengandalakan konflik. Konflik dapat dibedakan menjadi dua yaitu konflik internal dan eksternal. Namun dalam komik anak kkonflik eksternal yang lebih banyak dijadikan motif untuk pengemabangan alur. Konflik internal ialah konflik yang berasal dari dalam cerita komik tersebut seperti  konflik yang terjadi di dalam diri  tokoh, sedangkan konflik eksternal merupakan konflik yang datang dari luar cerita komik tersebut seperti konflik yang tidak disebabkan oleh lingkunagan atau pertentangan antar tokoh.

3.      Tema dan moral
Aspek tema dan moral dalam komik, merupakan aspek isi yang ingin disampaikan kepada pembaca. Jika aspek tema dan moral dipandang sebagai sesuatu yang ingin disampaikan , aspek lain seperti gambar, bahasa, alur, dan penulisan tokoh sebagai aspek bentuk dan sarana untuk menyampaikan unsur “sesuatu” tersebut. Komik yang dibuat biasanya mengemban tugas untuk menyamapaikan moral ,ajaran, atau sesuatu yang berkonotasi positif yang lain apalagi ditujukan untuk anak-anak.
Dalam pembuatan komik juga memperhatikan aspek isi komik, menyangkut apa saja yang disampaikan pada anak. Komik dapat menyangkut soal permasalahan hidup , alam dan lainnya.
Kandungan moral pada komik anak biasanya bermacam-macam , misal hubungan manusia dengan manusia lainnya, manusia dengan alam, manusia dengan tuhan , dan lain sebagainya.

4.      Gambar dan bahasa
Aspek gambar dan bahasa merupakan unsur komik yang secara nyata dapat ditatap karena keduanya merupakan media representasi komik itu sendiri. Aspek gambar dan bahasa dapat dipandang sebagai unur bentuk , yaitu dipergunakan untuk mewadahi unsur-unsur yang lain terutama unsur isi.
Gambar komik menjadi khas karena tampilannya terhadap suatu subjek, misalnya gambar manusia, binatang , tumbuhan dan lain-lain.
Aspek bahasa dalam komik paling tidak dapat dikelompokan ke dalam tiga macam bentuk, yaitu narasi(tidak langsung), kata-kata dan pikiran tokoh (langsung), dan kata-kata tiruan bunyi. Kata yang berwujud balon bicara tidak berbeda halnya dengan kata tau dialog dalam drama.

2 komentar: